Sunday, March 29, 2015

Crane kayu buatan bokap!



Ingat2....

Pas waktu SD bokap pernah buatin mainan seperti di gambar.

Hanya dibuat dari bekas tempat benang wol, dan kayu yang Ia buat sendiri..
Padahal idenya cuma dari buku di perpustakaan SD yang saya pinjam dan tunjukin sama bokap.
Alhasil, ternyata lebih bagus dari gambar dibuku.
Setelah jadi... Hampir setiap hari nih mainan saya main sampe lupa makan-minum.. Dan selalu saya bawa ke sekolah hanya untuk pamer. Bangganya bukan main. 😊

Banyak orang mengatakan saya kreatif. Saya suka sekali melakukan hal2 yang tidak dipikirkan banyak orang. Suka sekali mengumpulkan barang yang katanya "sampah". Memang dari kecil saya ga suka membuang barang... Karna setiap kali mau buang pasti kepikiran "ni barang bisa dipake buat apa yah?"

Saya bukan ahli elektro tapi dari kecil suka skali membongkar radio dll sampai2 pernah dimarahin bokap karna tape/radionya rusak gara2 gw.. Hahaha.. Untungnya setiap bokap pergi berlayar dia selalu membeli tape/radio kecil biat saya.. Mungkin biar saya rusakim kali.. Hehe..

Saya yakin bahwa jiwa kreatif terbentuk karena lingkungan saya.. Yah dari bokap sendiri. Mungkin saya "melihat, meniru & melakukan" apa yang beliau lakukan.

Bokap bukan saja ahli membongkar pasang mesin catterpilar di kapal, bahkan kayu dan triplek bekas peti kemas kapal bisa ia buat jadi peranot di rumah. Memang bokap dan nyokap jarang membeli perabot pabrikan atau dari tukang kayu. Bokap lebih suka membuatnya sendiri.

Bisa jadi keluarga gw doyan banget yang namanya Do It Yourself. DIY.

Dan hal ini terbawa sampai ke saya hingga hari ini... 

------------------

Mohon doanya!

Saya sedang melakukan project yang mungkin akan berguna untuk banyak orang. Mungkin tidak untuk anda, tapi saya yakin ada orang di luar sana yang akan menerima apa yang saya lakukan.

Tenang saja, saya sudah terbiasa menerima penolakan. Itu akan lebih memacu saya untuk berdiri Lebih tegak. 

*gambar diambil dari google dan hanya merupakan ilustrasi.

Friday, May 2, 2014

Biaya perjalanan mengikuti Beatbox Battle World Championship ke 3 di Berlin tahun 2012

PUJI TUHAN YESUS!

Tidak ada kata yang dapat diungkapkan bisa mewakili Indonesia ke Event Internasional, meski dengan biaya sendiri, support dari keluarga, rekan2 kerja dan sahabat2 Indobeatbox.

Terima kasih untuk Produser Hitam Putih Trans|7 Mbak Thia, yang memberikan waktu 12 hari cuti mengikuti event ini! Juga Mas Deddy dan Mas Anu.. Serta semua Tim Hitam Putih.



Tulisan ini saya buat untuk membantu teman2 yang mempunyai kemauan untuk menghadiri event Beatbox Internasional di  luar negeri.. 

Berdasarkan pengalaman saya ke Berlin-Jerman tahun 2012 lalu.

Hal yang paling mendasar dalam mengikuti event di luar negeri, apalagi negera yang dituju mengharuskan kita memiliki VISA untuk dapat memasuki wilayahnya adalah 

1. Surat Undangan Resmi dari Panitia penyelenggara.
2. Paspor
3. Melengkapi dokumen pada saat pengajuan Visa
4. Usia minimal 21 tahun, jika ingin pergi sendiri.. Jika tidak harus dengan wali atau orang lain yang berusia diatas 21 tahun.
5. Sebaiknya pernah melakukan perjalanan keluar negeri sebelumnya.
6. Tabungan yang cukup dalam rekening pribadi.
7. Asuransi perjalanan.
8. Identitas yang jelas, KTP, Paspor, Kartu Keluarga sebaiknya di buat dengan jalur yang benar.


UNDANGAN dan DOKUMEN

Setelah mendapat surat undangan resmi, tentu kita berkeinginan untuk mengikuti event dimaksud, tapi tunggu dulu.. Kita gak bisa langsung main berangkat aja Negara/Kota tempat event berlangsung..
Jika masih di dalam lingkup negara-negara ASEAN, mungkin kita cuma butuh Paspor dan tabungan yang cukup..

Official Invitation

Surat  Undangan ini amat penting dalam pengurusan Visa.
Terlepas dari kita sudah mengantongi Paspor sebelumnya. Tapi sekarang mengurus paspor sudah mudah.. Tinggal melampirkan data2 yang diminta pihak Imigrasi. Serta membayar uang administrasi paling sedikit Rp.500.000,- kalo gak salah.
Tapi anggap saja kita sudah mengantongi Paspor, sudah punya maksud saya...

Setelah kita mendapat surat undangan resmi, cobalah tengok website Kedutaan Negara terkait untuk booking waktu Interview.. Via email. Disitu juga ada dicantumkan beberapa persyaratan. (Banyak tulisan soal ini di internet)
Kemudian kita akan mendapat balasan dari Kedutaan Negera dimaksud. Alamat Kedutaannya di Indonesia yah.. Hehehe..
Akan mengarahkan kapan kita harus datang ke kedutaan tersebut. Jangan lupa bawa persyaratannya.. Beserta surat panggilan interview dimaksud.

Fotokopi indentitas.. paspor, Kartu Keluarga, Slip gaji, surat keterangan dari tempat bekerja, pas foto, rekening koran tabungan kita.. bawa juga surat undangan eventnya.. Jangan lupa dilampirkan semua dokumen aslinya.

Di surat undangan biasanya tertera.. Nama kita, sebagai yang diundang, eventnya, dan tempat akomodasi yang ditanggung pihak penyelenggara selama berapa hari.. Serta data pengundang agar dapat dihubungi pihak kedutaan..

Ada juga yang langsung melampirkan tiket pesawat, tanggal keberangkatannya dan Asuransi dari biro perjalanan, ini biasanya dah satu paket pas kita reservasi tiket.

Sebaiknya tentukan langsung memesan tiket berangkat dan balik ke Indonesia.
Tahun 2012 saya menggunakan Qatar Airways, harga tiket PP Rp.10.700.000.- ini belum termasuk Asuransi..
Jika belum pasti menerima visa, sebaiknya, hanya membooking tiket dan membawa serta surat bookingnya, jangan lupa jika akan lebih lama dari waktu event, sebaiknya kita langsung menentukan dimana kita akan tinggal (hotel, hostel) ini jika ingin menambah waktu berkunjung ke negara dimaksud.
Mereservasi kamar hotel sekarang sudah mudah, bisa via internet, tentu dengan persyaratan2 seperti pembayaran DP menggunakan kartu kredit.



KEDUTAAN JERMAN di JAKARTA

Setelah semua dokumen lengkap, kemudian kita dapat datang ke kedutaan sesuai dengan undangan yang kita terima via email, disitu dicantumkan hari/tanggal dan jam interview.
Ikuti prosedur, dan datang sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Biaya administrasi pengurusan visa € 60.00

Biasanya semua alat komunikasi dimatikan, tas/ barang yang tidak perlu akan di titipkan pada pihak keamanan kedutaan. Jadi hanya masuk membawa dokumen yang diperlukan. Untuk kedutaan Jerman, di  bunderan HI, sebelah hotel Oriental.

Setelah didalam, kita akan dipanggil untuk menyerahkan semua dokumen, dan akan ada tanya jawab tentang maksud dan tujuan kita ke negara mereka. Hal2 seperti tempat bekerja, dan pertanggungan biaya selama disana juga pasti ditanya, tentu ini menyangkut dengan rekening koran akun bank kita.

Setelah itu kita akan diarahkan kapan dapat kembali untuk  dapat "menerima" atau "tidak menerima visa dari negara dimaksud. 

Puji Tuhan, saya kembali lagi seminggu dan mendapat VISA SCHENGEN!
Ini adalah perjalanan pertama saya ke Eropa.

Visa Schengen


*catatan: sebaiknya kita sudah menukarkan beberapa juta uang Rupiah kita ke dalam Bentuk dollar US dan euro. Soalnya di Bandara, lounge internasional hanya menerima Dollar US, dan untuk membayar tiket bus dan KRL/trem menggunakan recehan Euro.

Mari berangkat ke Jerman, jangan lupa tiketnya..


Tiket Qatar Airways CGK - TXL via Doha, Qatar. Asuransi perjalanan.


BERLIN

Ketika sampai, sebelum mengambil bagasi, kita akan melewati gerbang Custom, dan akan ditanya2 lagi.. dan mengambil bagasi kita, kemudian kita langsung saja menuju terminal Bus  umum untuk ke stasiun KRL dalam kota terdekat, (1 Euro)  dan membeli tiket sekali jalan untuk kereta listrik, kurang lebih 2 Euro. *lupa
Di website Beatbox Battle menjelaskan rute dan Bus, serta KRL yang harus kita gunakan jika pesawat kita turunnya di Bandara Tegel, Berlin, atau tempat lainnya.. Tapi sebaiknya turun di Tegel aja.

Di Jerman, pihak Beatbox Battle menanggung biaya akomodasi selama 3 hari 2 malam. Ini termasuk makan pagi. Akan diberikan kupon.

Jika kita datang lebih dahulu, biayanya ditanggung sendiri, tentunya dengan makan juga. 12 Euro per hari.. Tentunya dengan ongkos makan..

Kita akan di beri share room untuk 6-10 orang satu kamar, ini bagus karena kita akan banyak berinteraksi dengan sesama beatboxer dari negara lain.

Rincian Biaya selama di Berlin:

Tiket PP Qatar Airways                     $ 1,179.10 (PP)
Akomodasi + breakfast                     € 40,00 (3day)
Administrasi Visa                              € 60,00
Paspor (jika blum punya)                   Rp. 500.000,-
Asuransi perjalanan                           Rp.
Tiket MRT dalam kota                       € 2,30

TOTAL :                                           

Biaya lain:
Selain ke Berlin, saya juga mengunjungi beberapa saudara di Jerman dan Belanda.
Berikut biaya keretanya:

Tiket Kereta DB Bahn - ICE
Berlin - Hannover - Gottingen                                                                   € 77,00
Gottingen - Hannover - Koln - Monchengladbach - Venlo - Eindhoven     € 89,00 
Eindhoven - Utrecht - Frankfurt                                                                € 89,00

Tiket Bus di Gottingen    (Sekali jalan)                                            antara € 2,00 - € 2,20

Tiket kereta Belanda
Eindhoven - Zandaam                                                                              € 18,80


Salam!

BILLY BEATBOX™








Friday, April 11, 2014

PROJECT BX (2014)

Mempelajari hal baru itu menyenangkan, sama seperti saya diberi talenta Beatbox oleh Tuhan!

Bertanggung jawab, dan senang melakukannya...

Untuk Project yang saya namakan BX ini akan saya ceritakan selanjutnya.. Karena butuh waktu dan proses, masih awam!

Semoga project BX bisa sama seperti Beatbox yang sudah saya jalani.. Amin!

Friday, March 14, 2014

Tukang copet dan Beatbox

Belajar Beatbox dengan Filosofi Tukang Copet.... 


Beberapa hari lalu ngobrol dengan beberapa teman Beatboxer soal maraknya Beatboxer2 yang cuma mengcopy beat beatboxer terkenal.. Dan juga banyaknya pertanyaan di twitter tentang beat yang lagi ngetren di kalangan beatboxer Indonesia, yang katanya.. "Lo ga afdol klo ga bisa beat cepat!"


Gw, antara mau ketawa atau miris!

Yang ngasih pertanyaan kayak gitu menurut gw cuma doyan NGOPI.. Bukan kopi minuman... Tapi cuma asal jiplak aja... Mereka mungkin ga ngerti musik... Yah, jujur gw memang otodidak dan ga ngerti banyak soal musik!

Tapi menurut gw kolot banget kalo lo cuma bilang atau menilai seorang beatboxer jago kalo bisa "CEPET-CEPETAN BEAT!" 

Lo pikir lomba lari kali... Atau lomba lari sambil beatbox?


Tahun lalu Salah satu beatboxer terkenal, Felix Zenger datang ke Indonesia.

Di kesempatan itu teman saya bertanya, "Felix, siapa beatboxer yang menjadi influence kamu?"


"Gak ada!" Tegasnya...  "Influence saya justru Musisi!"

Felix tergolong beatboxer yang asyik dengan dunianya sendiri.. 

Iya, kita gak akan belajar apa2 dari meniru sesama beatboxer.. 


Tukang copet ga mungkin nyopetin sesama tukang copet, tapi dia bakal nyopet orang yang berduit!


Dalam hal ini kita beatboxer hanya seorang PENIRU, tapi gak berarti kita gak harus berkembang!  Kita gak mungkin meniru sesama peniru, kita harus meniru yang seharusnya kita tiru.. Musik itu sendiri!

Klo tukang copet diandaikan beatboxer, dan keahliannya mencuri adalah meniru... Maka seharusnya "Tukang copet mencuri uang" dan seorang beatboxer meniru musik (alat instrumen, lagu, bunyi dll..)

Maka.. Adalah hal yang aneh kalo tukang copet mencopet tukang copet kan? (Kecuali terpaksa atau spt di film film)

Apalagi beatboxer meniru beatboxer!


Banyak2 dengerin lagu deh, baca2 artikel tentang musik,  video beatbox di youtube hanya referensi lo buat berkembang.. Bukan meniru!


Semoga bermanfaat!





Sebelum saya lupa...




Monday, October 7, 2013

Human Beatbox menurut saya!

Saya akan menggambarkan pandangan saya tentang Seni Human Beatbox dalam bentuk Pertanyaan dan jawaban menurut hemat saya..

Note: tulisan ini akan berubah jika ada informasi baru yang saya dapat, dan semoga tidak menyalahi kaedah Musik dan sejarah Musik yang benar.

Semoga bermanfaat! Silahkan disimak!

Q: Apa itu Beatbox?
A: Beatbox adalah Seni Vokal yang meniru (Imitasi, Imposter) hampir semua bunyi-bunyian, namun penekanannya adalah membuat Komposisi ketukan (Beat) dari semua bunyi yang dapat ditiru oleh seseorang. Seni ini di era Modern Berawal pada awal perkembangan musik Hip Hop (1970an -1980an) memang meniru alat yang namanya Beat Machine (Beatbox).

Q: Darimana asal Beatbox?
A: Beatbox pertama kali muncul pada dikalangan Hip Hop antara tahun 1970an - 1908an. Dinamakan Beatbox atau Human Beatbox, karena pada waktu itu para pelaku Hip Hop mencoba meniru alat bernama BEATBOX. Tapi jauh sebelum ada nama Beatbox/Human Beatbox, pada kesenian tradisional sudah ada seni meniru bunyi alat instrumen. Juga seiring berkembangnya musik Modern, manusia juga sudah mampu meniru alat instrumen non elektronik, seperti Biola, trumpet, dll.

Q: Apakah Beatbox berhubungan dengan seni?
A: Jelas, Beatbox merupakan cabang dari Seni Vokal. Berawal dari kemampuan seseorang menyanyi, baik dalam kelompok (Choir, Vocal Group, A Capella, dll) maupun individu (solo).
Suara manusia sangat unik, suara manusia adalah Instrumen organik yang dapat meniru hampir semua bunyi yang didengar oleh manusia itu sendiri. Dalam hubungannya dengan seni musik sendiri, suara manusia dapat melantunkan hampir semua harmonisasi bunyi.
Dalam satu komposisi musik orkestra/klasik, suara manusia dapat mewakili hampir semua alat instrumen.

Q: Bagaimana proses seseorang menciptakan Beatbox?
A: Jawaban paling mendasar adalah "Meniru"
Prosesnya adalah:
1. Bunyi yang hendak ditiru,
2. Didengar,
3. Otak mengkonfersi bunyi tersebut kedalam bentuk "huruf" yang pelafalannya mendekati bunyi yang didengar,
4. Mulut, pita suara, dan semua organ yang dapat menghasilkan bunyi pada manusia

Q: Apakah seorang beatboxer harus menguasai Nada?
A: Seharusnya demikian, bagaimana mungkin memainkan musik tanpa nada?
Sebuah lagu dikenal karena nada tentunya. Pikirkan saja sendiri, jika dalam suatu orkestra atau Band, cuma ada seorang penabuh drum? Atau hanya memainkan beat? Tentu tidak enak bukan.. Jadi saran saya mulailah mengenal nada, warna suara anda, entah anda laki-laki atau perempuan, karena suara anda unik dan mempunyai karakter yang beda dengan orangn lain.
( Sopran, Alto, Tenor, Bariton & Bass)

Q: Bagaimana menciptakan Komposisi Beat yang baik?
A: komposisi beat yang baik tentu saja harus dibarengi oleh banyaknya pengetahuan tentang Musik yang banyak pula.. Semakin banyak kita mendengar musik semakin baik untuk melatih kepekaan kita.
Satu komposisi Beatbox yang baik terdiri atas dua hal yang mendasar..
1. Komposisi
2. Harmonisasi

*Komposisi : dalam beatbox adalah bunyi-bunyian yang mengacu pada ritmik, seperti bunyi Drum Set, bongo, perkusi dan peniruan bunyi alat pukul lainnya.
*Harmonisasi : Nada, humming dengan nada, Efek suara (sound efek), Throat Bass, wooble bass, suara Falset, lirik, rap, bernyanyi.

Q: Apakah seorang beatboxer harus menguasai suatu Efek tertentu?
A: Iya, pada dasarnya semua manusia mempunyai spesial efek tertentu, atau dapat dikatakan sudah mempunyai efek bawaan sejak Ia lahir. Tapi ada juga yang butuh waktu untuk mempelajari satu atau lebih efek.. Hal ini sangat dipengaruhi oleh karakter si beatboxer. Jadi jangan takut untuk mempelajari efek baru, intinya hanya "Mengulik"! Tidak ada yang tidak bisa, semua dapat ditiru.. Tuhan menciptakan kita sebagai mahluk peniru yang HANDAL diantara ciptaan-NYA yang lain bukan!
" GOOD ARTIST COPY, GREAT ARTIST STEAL!"

Q: Apakah ada teknik dan cara tertentu dalam penggunaan Microphone oleh seorang beatboxer?
A: Iya, cara penggunaan Microphone dalam Kegunaannya tentu berbeda-beda! Untuk digunakan oleh seorang beatboxer, cara memegang Microphone yang umum adalah memegang kepala Microphone dengan jari Jempol, telunjuk dan jari tengah, sedangkan jari yang lainnya menggenggam badan Microphone.
Mulut diarahkan Ke lingkaran genggaman dimana terdapat kepala mic.
Atur jarak untuk menghasilkan tekanan bunyi yang tidak menghantam langsung ke dalam kepala Mic.
Untuk mereka yang mempunyai power (tekanan) udara sangat besar, sebaiknya harus mengatur seberapa banyak udara/tekanan yang harus keluar dari mulut, hal ini menyangkut emosi dalam berbeatbox, dan juga kepekaan terhadap hasil dari bunyi yang dimainkan ketika keluar di Loudspeaker! Jika bunyi yang dihasilkan pada loudspeaker berlebihan, sebaiknya kurangi penekanan pada bunyi-bunyi yang berlebih tersebut.
Pada saat menggegam mic, sebaiknya perlu diperhatikan juga celah untuk membuang tekanan udara dari mulut pada sisi dalam genggaman mic.

Q: Apakah ada Microphone khusus untuk Beatboxer?
A: Sejauh ini baru ada satu Microphone yang dibuat khusus untuk beatboxer, Mic tersebut adalah "BBB Dfive" yang diproduksi oleh AKG.
Namun kenyamanan dan kualitas suara yang dihasilkan oleh Microphone terhadap seorang beatboxer berbeda-beda tentunya, hal ini didasari oleh karater suara yang dihasilkan, juga settingan pada mixer dan banyak faktor alat sound systemnya.
Oleh karena itu, seorang beatboxer tentunya tidak harus terpaku pada satu merk/type Microphone saja. Cobalah untuk menggunakan merk/type microphone yang lainnya lagi

Q: Apakah Microphone perlu dijaga kebersihannya?
A: Sangat perlu! Dan sangat penting menjaga kebersihan Microphone!
Mengapa? Microphone yang tidak dibersihkan dapat menjadi SUMBER penyakit dan dapat MENYEBARKAN penyakit!
Air liur/ludah yang keluar dari mulut saat berbeatbox akan menempel pada kepala Mic, baik pada besi pelindung dan busa, jika tidak dibersihkan dengan sabun anti bakteri, bagian tersebut akan karat dan berjamur. Anda tidak mau kan jika terkena penyakit dan sakit karena hal ini bukan!
Sebaiknya bagian-bagian ini segera dibersihkan setelah Microphone selesai digunakan.

Q: Pentingkah seorang beatboxer memiliki Microphone sendiri?
A: iya, berdasarkan pertanyaan sebelumnya.. Sebaiknya gunakan Microphone sendiri penting untuk kesehatan, juga karena terbiasa dengan microphone tersebut secara performa!

Q: Idealnya berapa orang beatboxer kah untuk perform group?
A: 4 orang adalah yang paling ideal.
Beatboxer pertama sebagai pemegang beat.
Beatboxer kedua sebagai pemegang bassline.
Beatboxer ketiga sebagai pemegang efek 1/ rap/ bernyanyi/ harmoni 1.
Beatboxer keempat sebagai pemegang efek 2/ rap/ bernyanyi/ harmoni 2.

Sebaiknya efek/rap/bernyanyi/harmoni yang digunakan adalah yang berbeda antara beatboxer ketiga dan keempat.

Komposisi perform seperti ini juga dapat diadopsi dari komposisi group acapella!

Q: Apakah perlu membuat konsep perform untuk seorang beatboxer, atau Group?
A: sangat perlu, sebaiknya di list, kemudian di pelajari/dpraktekkan langsung sebelum perform! Tentu semakin kita mengenal konsep yang akan kita bawakan akan semakin baik!

Q: seperti apa konsep perform untuk Group Beatboxer?
A: menurut pengalaman saya, konsep yang biasa saya dan teman-teman gunakan adalah:
- Jamming (freestyle atau cover lagu)
- solo-solo perform dari ke-4 beatboxer
- Games beatbox
- Jamming ( Freestyle atau cover lagu)

Q: Perbedaan beatboxer Eropa dan Beatboxer Indonesia?
A: Beatboxer Eropa Inovatif, mereka dapat dengan mudah menginovasi beat yang sudah ada.. Mungkin karena pemahaman tentang seni musik yang baik! Sedang beatboxer Indonesia, rata-rata hanyalah peniru yang handal, bahkan dapat dengan sangat baik meniru beatboxer eropa! Memang kiblat beatboxer Indonesia adalah beatboxer eropa sendiri, tapi bukan berarti harus di copy paste mentah-mentah kan?
Ayo, banyak musik tradisional yang bisa diangkat/diaransemen dalam versi beatbox!


Bersambung! Hehehe..






Tuesday, January 8, 2013

Yang pertama..

Kenapa semua orang mau jadi nomor satu?
Yah agak bingung sih..
Menjadi yang pertama itu baik, tapi jika terlalu ambisius juga gak baik.. (menurut saya.. Hehe..)
Belakangan ini kerap muncul banyak kalangan yang menggunakan kata "pertama" entah untuk mendongkrak kepopularitasan, atau hanya untuk strategi bisnis saja.. Baik sih, namanya berjuang hidup kan! Tidak ada yang salah dengan itu..

Menjadi pertama menurut diri sendiri tidak lebih berharga dibanding pengakuan orang lain!

Friday, December 14, 2012

Dasar Vocal scratch - Beatbox

Menurut saya teknik scratch dalam beatbox sendiri ada 4 macam (silahkan ditambahkan jika ada teknik yang lain)
1. Vocal scratch
2. Whistle Scratch
3. Lip Scratch
4. Crab Scratch

Namun tergantung dari materi yang akan di'sratch', misalkan yang akan discratch adalah 'kata' atau 'kalimat' dari sebuah lirik atau syair.. Maka teknik yang harus digunakan adalah "vocal scratch". Biasanya cara yang paling mudah adalah meng"scratch" tepat di huruf vocal ( a,i,u,e,o) kata/syair dimaksud, namun tidak menutup kemungkinan huruf konsonannya juga dapat di scratch, Atau kombinasi huruf konsonan + vocal. (ba, ra, ta, wa, dll)

!!Cara mudah menurut BdaBX!!

Pasti tau temannya Sponge Bob yang bernama Squidward kan? Teknik vocal yang digunakan dubber karakter squidward adalah teknik dasar yang sama untuk Vocal scratch, cuma karakter squidward hanya berbicara, menyanyi dll..

Sedangkan seorang beatboxer melakukan sesuatu yang lain, scratch!


Wednesday, January 11, 2012

Lyric Janger (Lagu Tradisional Bali)

Ara kijang janger
Janger kopyak kepong 2x
Kopyak sedeng
Kopyak kedopak kedopong 2x

Ara kijang jang jang
Jang jang jang jang 7x

Jajangi janger pong kopyak kepong
Jajangi janger kepong pong
Kopyak dopak pong pong pong
Kopyak dopak dopong sriak sriok
Ngiring mejangeran dijabetengahe

Ara kijang janger janger kopyak kepong 4x


(jika ada kesalahan tulis atau eja, mohon maaf! mohon dikoreksi agar tidak terjadi kesalah pahaman dan pengertian)

Billy Beatbox

Sunday, January 8, 2012

Settingan Gadget Beatbox

ini adalah gambar settingan gadget/alat bantu efek BEATBOX di Talkshow Hitam Putih Trans7

Billy Beatbox Gadgets

2 KAOSS PAD 3
MIXER PHONIC
WHM JTS
PICO netbook



Wednesday, January 4, 2012

Turning Point


Pagi itu aku harus ke kampus..
Waktu itu kami masih tinggal di Mess Bahtera Suaka di jalan Raya Gunung sahari, aku, Mama, Bapak, Jilly dan Susan kedua adikku.
Pagi itu terasa lemas, iya.. aku belum sarapan.. bahkan belum makan dari semalam.. namun Mama sudah menyediakan secangkir teh manis hangat. Iya, hanya itu yang kami punya untuk mengisi perut kami yang lapar.

Sudah beberapa bulan mama tidak bekerja lagi, Ia dipecat dari kantornya tanpa prosedur yang jelas. Terpaksa gaji PNS Bapak yang hanya satu juta lima ratus ribu rupiah musti dipakai untuk menghidupi kami berlima.tidak cukup, sementara  Aku dan kedua adik-adikku kuliah.

Aku kebingungan, terpaksa musti merogoh semua saku celana dan karton, hanya untuk mencari uang seribu rupiah. Untuk ongkos ke kampus. Iya, aku musti ke kampus, UKI Cawang.
Pagi ini terpaksa aku meminjam recehan lima puluh rupiah yang dikumpulkan Susan seharga seribu rupiah. Bayangkan banyaknya dan penuh ketika di masukkan dalam saku celana. Tidak boleh kurang dan tidak boleh ada yang terjatuh.

Aku ke kampus. Menumpang pada Patas P2 jurusan Kota-Kampung rambutan. Ketika kondektur Patas tersebut menghampiriku sambil membunyikan recehan uang di tangannya, kemudian aku merogoh recehan lima puluh rupiah dari saku celana dan langsung memberikan semua kepadanya.. seribu rupiah, ongkos Patas. Ternyata Kondektur tadi langsung menertawaiku sambil berkata.. “ini Jakarta De! Duit gini sudah tidak berlaku..” Hah!! Kemudian dia mengembalikannya dan berlalu dariku.. iya, aku kebingungan. Betapa tidak, perasaan belum ada informasi dari badan keuangan Negara atau dari Bank Indonesia yang menyatakan uang lima puluh perak sudah tidak berlaku lagi.. apalagi di Ibukota Negara. Sambil malu dan kebingungan aku menyimpan recehan tadi kedalam saku celana.. yah mudah-mudahan di kampus nanti uang ini bisa diterima untuk membeli kue atau jajanan yang bisa untuk menghilangkan rasa laparku.

Ketika melintas Jatinegara, naik beberapa pengamen cilik.. mereka terlihat lusuh dengan muka acak-acakan.. langsung bernyanyi dengan suara fals.. suara fals mereka tidak menggangu aku.. soalnya aku lebih memikirkan apa yang akan aku perbuat dengan recehan lima puluh perak ini.. untuk jajan? Untuk ongkos pulang nanti? Ah…. Tapi aku lapar.. Ya Tuhan! Iya belakangan ini aku jarang makan, aku musti jalan kaki dari kampus, cawang, hingga Gunung sahari.. itupun dengan perut keroncongan..
Aku jadi sering mengeluh.. mengapa TUHAN mengijinkan kita pindah ke Jakarta dan kemudian musti menjalani hidup seperti ini.. makan susah, apalagi ongkos transport..
Rasanya tidak adil ketika membandingkan hidup kami di Papua, sesusah-susahnya kami.. tetap ada makanan untuk dicicipi..

Tapi kemudian perhatian aku terganggu oleh pengamen-pengamen cilik tadi.. mereka tetap bernyanyi dengan suara falsnya.. tapi bukan itu.. aku kemudian menatap mereka satu persatu..
Sejenak aku berpikir.. hey, kenapa aku selalu mengeluh? Coba kau pikir Billy, pengamen-pengamen ini.. punya orangtua kah mereka? Tinggal dimanakah mereka? Sudah sarapankah mereka? Tidur diatas kasur empukkah mereka? Punya sanak saudarakah mereka? Dan masih banyak pertanyaan di balik pikiran aku…

Aku tidak akan mengeluh lagi.. soal apa yang akan aku makan dan semua yang aku kenakan, semua yang mengkhawatirkan aku.. karena aku tahu TUHAN memelihara aku seperti IA memelihara semua orang.

Billy Tamnge
05/01/2012

"Sa mo jadi artis Kawan!"


Waktu kecil, kira-kira umur 8 tahun.. Billy sedang bermain deng de pu sahabat dua, Koko dan Franky..
Tiba-tiba Koko tanya, “eh… kalo kam dua su besar, kam mo jadi apa?’ trus Frengky bilang “Sa mo jadi Pengusaha Kawan!” “Baru Billy ko mo jadi?” lanjut Koko, “sa mo jadi Artis!” kata Billy. “Baru ko mo jadi?” kata Billy sambil melihat Koko.. “Sa mo jadi Pegawai Pemerintahan!” Kata Koko sambil menaikan alisnya….

Beberapa tahun kemudian..

Saat itu aku menerima telepon di tengah malam..
Terdenga suara di seberang “Hallo..  Syalom Kawan, Ko su lupa Sa ka?” 
Iya aku ingat suara itu... Suara yang sering kudengar ketika aku di kota kelahiranku, Jayapura. suara yang sering menasihatiku, suara yang sering menceritakan hal-hal serius dan konyol.. mulai dari pembicaraan bersifat rohani sampai Jasmani.. hahaha.. iya, Suara Sahabatku! Koko..
“Eh Kawan, masa sa lupa tu.. trada ya..!”
Dan pembicaraan itu berlanjut mulai dari bertanya kabar dan sampai pada..
“eh Kawan, ko masih ingat dulu waktu tong kecil.. sa ada tanya, Kalo besar mau jadi apa?” kata Koko. “sa lupa!” kata ku.

Ternyata Koko menelponku hanya untuk memberitahu bahwa pembicaraan kita bertahun-tahun yang lalu, yang menurut aku hanya pembicaraan anak-anak kecil.. justru menjadi kenyataan. Kini Koko telah bekerja di salah satu Instansi Pemerintahan, dan Frangky sudah menjadi Kontraktor.

Apa ini? Pikirku…
Apakah Tuhan bekerja dengan caranya yang ajaib, ataukah obrolan kita semasa kecil itu diucapkan dengan iman? Bahkan aku melupakannya..
Satu hal yang aku percaya, TUHAN memelihara aku! Bahkan dalam masa-masa terburuk aku, ketika aku jatuh di dasar yang terdalam.. Ketika aku melupakan DIA!

Billy Tamnge
04/01/2012

Wednesday, November 9, 2011

Belajar Beatbox itu gratis.. *menurut gw!

Yeupzz.. seperti judulnya...
Apa yang gw dapat dengan cuma-cuma, kuberikan dengan cuma-cuma pula..
iya setelah lebih dari 5 tahun gw bergelut di dunia ini (baca Beatbox), gw merasa mengajar beatbox gak peerlu bayar.. hahaha..
Membayar atau dibayar menurut gw adalah ketika kita diminta secara profesional memberikan jasa kita untuk mengentertain orang lain dengan kemampuan kita.. pada saat itulah kita patut dihargai!

hahaha.. tergantung modus masing-masing siy!

yuk, yang mau belajar beatbox gak perlu bayar, silahkan gan!

Tuesday, November 8, 2011

Untuk Beatboxer pemula

Memang kadang susah memulai sesuatu dari nol...

berdasarkan pengalaman pribadi gw...
memang susah waktu pertama kali gw belajar beatbox..
bahkan mpe mo nangis.. [lebhay.. hehehe..]
sama seperti semua hal di dunia..
ketika kita mase bayi, dan belajar berjalan...
pasti kita tidak langsung bisa berjalan...
merayap, merangkak, berdiri.. terjatuh.. menangis..
dan tanpa kita sadari kita sudah bisa berjalan....bahkan melompat... lebih tinggi.... dan lebih tinggi lagi..

Semua ada prosesnya....
Demikian juga tuk menjadi seorang beatboxer!
Jangan berharap dalam semalam saja kita bisa...
Mencari dan menemukan sendiri lebih tinggi nilai kepuasannya dari pada di berikan...

Gw dah melihat sendiri, beberapa orang beatboxer
Yang tadinya gak tau apa-apa..
Datang ngumpul-ngumpul hanya dengan modal nekat...
Bisa jadi beatboxer handal...
Dah naik turun panggung beberapakali..
Yang dulunya gugupan, skarang dah gak ambil pusing lagi sama gugupnya...

Mereka menikmati proses..
Tanpa memikirkan lama dan waktu..
Gw kagum dengan usaha dan kemauan mereka..
Ada yang dicaci maki, di lempar sendal, di tampar...
Ha.... itu semua mereka jadikan motifasi, untuk lebih... hanya untuk B T K awal mereka yang sempurna...

Nikmati Proses itu...
Ada Kemauan, pasti ada jalan...
Jangan mau menyerah..
kamu pasti bisa..

Orang sabar di sayang TUHAN!
Kesabaran membuahkan hasil... PASTI!!

Tetap berlatih, perbanyak Vocab beatbox, berbagi teknik dengan temanmu, jangan malu bertanya yah...

MAXIMUM REZPECT

Journey into Sound

Sebelum Beatbox..
Saya dilahirkan dari keluarga yang memang mencintai musik..
Nenek saya seorang pelatih Paduan Suara, juga Ibu saya dan semua adik-adiknya. Kalau Ayah saya, jago main Gitar. Semua yang berhubungan dengan seni suara, mulai dari Paduan Suara, Vocal Group, A Capella, sampai bernyanyi solo, duet, trio kwartet sudah pernah saya coba. Suara saya tidak terlalu bagus, pas-pasanlah... Tinggi tidak, rendah juga tidak, tapi itu menurut saya.. oh iya, suara saya tergolong jenis suara ’Bariton’.



Di Jakarta..


Tahun 2002, saya datang ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan perkuliahan saya di UKI, jurusan Arsitektur. Sambil kuliah saya mengikuti Paduan Suara Pemuda Gereja ’NAFIRI CHOIR’dan masih tetap aktif bernyanyi di paduan suara ini sampai sekarang di barisan Bass.

PertengahanTahun 2003, saya terpaksa tidak aktif kuliah karena finansial keluarga lagi kurang bagus. Saya diajak beberapa teman untuk bergabung dalam Group A Capella, Java Island, di posisi ’Vocal Percussion’, namun waktu itu ’Beat’ saya masih kurang mantap. Waktu itu yang jadi guru buat belajar vocal percussion adalah ’OmBoy dan ’Gustaf’ Sambil terus berusaha mempelajari ’Vocal Percussion’, saya tetap bernyanyi di Paduan Suara ’ Nafiri’.

Setahun berlalu, 2004.. belum juga ada perkembangan!! Akhirnya membuat saya benar-benar berhenti belajar ’Vocal Percussion’. Kemudian suatu hari di akhir tahun 2005, saya tercengang ketika menonton acara ’American Idol’ di RCTI, dimana salah satu peserta acara talent tersebut membawakan ’Beatbox’ sebagai opening audisinya. Orang ini adalah ’Blake Lewis’. Ini adalah pertama kali saya mendengar kata ’BEATBOX’. ’Wow’ terheran-heran, perasaan campur aduk, seperti cinta pada pandangan pertama! Yah, saya jatuh cinta pada pandangan pertama, jatuh cinta kepada ’BEATBOX’.

Semenjak tontonan malam itu, rasa penasaran terus saja menghantui.. sampai-sampai, semangat belajar ’Vocal Percussion saya timbul kembali.  Suatu malam ketika lagi ’ pum paf pum paf’ sambil nonton TV, saya tidak sadar kalau ’beat’ saya yang masih berantakan tidak karuan itu ternyata mengganggu telinga Ayah saya. Sendal pun melayang ke kepala saya. ’plak’ Karena tidak terima dengan perlakuan itu, saya memarahi Ayah, beradu mulut, dan akhirnya kami bertengkar, dan Ibu yang tadinya sedang mencuci piring di Kamar Mandi pun keluar dan membela saya... kami bertengkar dari malam sampai pagi.  Setelah pertengkaran itu, semangat saya untuk mempelajari ’Beatbox’ benar-benar hilang. Sampai akhirnya kami pulang ke Jayapura, Papua, bulan Desember 2005.

Pertengahan Tahun 2006, saya kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah saya yang terbengkalai. Kemudian seorang teman memberi tahu sebuah website yang dapat menonton video secara online. ’Youtube’. Awalnya saya membuka web ini hanya untuk menonton video-video BMX, karena kebetulan waktu itu saya mempunyai sebuah sepeda BMX, dan video-video dokumenter tentang Perang Dunia ke dua. Suatu malam, tiba-tiba terlintas di kepala kata ’BEATBOX’. Dan jari saya tergerak untuk mengetik kata itu ‘B E A T B O X’ dan sambil membuka jendela Youtube yang lain dan mengetik ‘B L A K E L E W I S’. Dan hasil pencarian....

Video Beatbox pertama yang saya tonton di Youtube adalah video audisi Australian Idol ‘Joel Turner’... ‘Wah.. orang ini benar-benar hebat!’ kemudian videonya Blake Lewis dan yang lainnya. Web beatbox yang pertama saya kunjungi adalah www.humanbeatbox.com, dan kemudian saya mendaftarkan diri sebagai anggotanya. Mulai dari bulan september sampai november, hampir setiap malam saya berada di warnet, hanya untuk menonton video Beatbox dan men-download MP3 Beatbox dari www.humanbeatbox.com.

Dan setiap hari saya belajar, belajar, belajar dan belajar Beatbox. Mulai dari bangun tidur, pada saat menggenjot sepeda ke kampus, di kampus, pulang kampus, di semua tempat… bahkan teman-teman kampus saya heran, ‘ada apa dengan Billy??’ ‘orang yang Jayus berubah jadi tambah aneh… mulutnya komat-kamit gak karuan… Benar-benar aneh!!’ Memang Beatbox masih belum di kenal, bahkan untuk memperkenalkan Beatbox kepada teman-teman kampus saya, susahnya minta ampun. (logat Jakartanya.. ’ gw sering dicengin!!’ hahahahah… peaz guys) Tapi itu tidak meruntuhkan cinta pada pandangan pertama yang kembali bersemi. Yah, kali ini saya benar-benar jatuh cinta, bahkan teman-teman saya tidak mampu untuk menghalangi. [lebhay… hahahaha..]

Belajar Beatbox sendiri, dengan hanya bermodalkan playlist MP3 di HP N-Gage saya dan Video-video yang saya tonton di warnet ternyata tidak mudah. Seperti halnya belajar di sekolah, saya butuh pembimbing, saya butuh saran, saya butuh teman sharing, saya butuh Guru, saya butuh seseorang yang mau berkata di telinga saya ‘teknik ini sudah benar.. yang ini belum.. blab la bla..’ tapi, tidak ada. Tidak seorang pun. Yah, saya belajar sendiri… tanpa mengetahui teknik dasar, dan dasar-dasar yang lainnya… hanya telinga, feeling dan mulut. Sakit tenggorokan, seperti terkena radang tenggorokan… tenggorokan serasa berdarah, bahkan terasa sampai di hidung… bibir pegel, lidah pun sama.. hanya untuk meniru mp3 beatbox yang ada di playlist HP saya. Art of Beatbox, Rahzel & Rza, Beffu Beatbox, The Elements, Tiktak, Yuri Lane, Super Eliot, dan AirForce. Namun yang menjadi beat favorit saya adalah ‘Art of Beatbox – Break it Down’, beatbox ini punya pola beat yang baik buat dipelajari pemula seperti saya, mulai dengan pola beat dasar, kemudian pengembangan dari pola beat dasar tersebut, kalo tidak salah ada 8 pola beat aransemen dari beat dasar, dengan panjang beatbox tiga menit sembilan detik. [direkomendasikan untuk beatboxer pemula]



Pertengahan Tahun 2007.


Saya mendapat tawaran dari Kakak saya, OmBoy, untuk tampil bersama dengan dia di acara Gong Show. Setelah belajar dan latihan. Ternyata pada hari kami akan syuting, OmBoy tidak bisa datang, karena punya kesibukan lain. Akhirnya dengan modal nekat saya pergi sendiri. Gugup, iya… Bahkan sampai keringat dingin di studio yang hawanya dingin karena AC...
‘Waduh, harus gimana niy?’ Yang sudah di pelajari tiba-tiba hilang… seperti orang yang tiba-tiba kehilangan suaranya.. Iya, saya tidak terbiasa dengan situasi ini. Apalagi saya sama sekali belum pernah nge’beatbox’ pake mic…. Ini membuat saya Saya Panik. ‘Yah sudahlah.. mo gimana lagi..’ Saya siap dengan modal vocab beatbox yang tak seberapa… tapi tetap Panik!! sampai tiba saat harus naik panggung…….. Dag dig dug…………

Naik Panggung… Diatas panggung saya ngebeat lagu ‘Manuk Dadali sebagai opening, kemudian ‘Yeah’ nya ‘Usher’, Billy Jean dan beberapa beat yang tidak karuan bentuknya… turun…

Setelah semua peserta tampil, tibalah saat peniaian, dan ternyata saya yang mendapat juara I, dan berhak mendapat hadiah uang senilai Rp.6.000.000,- ‘Hah… pengalaman manggung tidak punya, diatas panggung gugup, kerongkongan kering…. ‘Kok bisa???’ [rejeki Bray, jangan di tolak]
Ini adalah awal perkenalan saya dengan ‘panggung, lampu sorot, tepukan tangan penonton, senyum-senyum yang tertahan, garukan di kepala tanda tak percaya, dan yang lain...



Perkenalan dengan Beatboxer lain...


Pada tanggal 26 Oktober 2007, saya mendapat pesan baru di ‘inbox’ akun friendster saya. Dan tebak, pesan tersebut dari siapa??...
Yah, Tito aka Titz Gomez, salah satu personel Grup Band Fade 2 Black!!! Gak salah niy??.. ternyata, Tito orangnya tidak seperti gambaran saya tentang ‘Artis-artis’ yang sombong, yang tidak punya waktu untuk menyapa di kolom comment, apalagi sampai mengirim pesan di inbox fans nya… [Sorry Titz, Peaz Bro!!] oh iya, saya juga menjadi salah satu fans Fade 2 Black di Friendster.

Pesan Tito di inbox saya :

From:
TITZG
Date: 10/22/2007 1:18 am
Subject: Yo..sup, Billy..
Message:
Temen gw kemaren bilang katnya liat lo di Gong Show doin' da beatbox(sayang gw ngga liat)..and yg lo maenin "manuk dadali"..??hmm..dats great..gw slalu pake icon itu di setiap closing out tiap show gw...
hmm..so, lo suka beatbox, brother?? punya sample sound yg lo pake ngga?lo udah pernah nyoba record belom jadi audio?atau mungkin video..?boleh gw denger?? udah berapa lama lo nge-beatbox, bil??
sorry klo gw banyak nanya ato ganggu lo..gw cuma seneng aja ada orang yg minat di beatbox..gw ada rencana ke depan utk bikin kompilasi beatbox!!
hit me back..aight..
rezpect..
=TITZg=

Ternyata Tito juga seorang Beatboxer, Ia sudah lebih awal belajar tentang seni imitasi suara ini, bahkan sudah memperkenalkannya kepada pada ‘REZPECTOR’ setiap kali punya kesempatan saat manggung. (Bondan Prakoso feat Fade 2 Black.) Setelah beberapa waktu kami saling berbalas pesan, kemudian mucul ide untuk membuat komunitas ‘Beatbox’. Akhirnya kami berdua sepakat untuk membuat komunitas beatbox dengan nama ‘Jakarta Beatboxing Community’ pada tanggal 4 Desember 2007, namun hanya sebatar grup di dunia maya, grup friendster.


[The INDONESIAN BEATBOXING COMMUNITY

created Tuesday, December 4, 2007 Tuesday ]


Setelah beberapa bulan, kebanyakan anggota ‘JBC” adalah para ‘REZPECTOR’ yang sudah pernah melihat Tito nge’beatbox’. Nama ‘Jakarta Beatboxing Community’ dirubah kembali setelah ada masukkan dari beberapa teman-teman yang berdomisili di luar Jakarta. ‘seharusnya komunitas ini lebih mempunyai sekop yang lebih besar’ dan memang benar, anggota komunitas yang sudah bergabung, kebanyakan berdomisili di luar Jakarta, seperti Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Kalimantan, Bali, Medan, dan beberapa tempat lainnya...
Akhirnya, nama ‘Jakarta Beatboxing Community’ berubah menjadi ‘The Indonesian Beatboxing Community’ [ tanggalnya saya lupa??..]
Namun, komunitas ini tetap saja sebuah komunitas dunia maya yang saya pun belum bertemu dengan salah satu anggotanya.. singkat cerita, masing-masing menjalani hidupnya, dan hanya berkomunikasi melalui friendster saja. [Thankz to All REZPECTOR yang dah mau bergabung, n nyebarin virus 'MULUT' ini!]

Natal tahun 2007, saya pulang untuk berlibur ke Papua. Disana saya iseng-iseng membuat video beatbox ‘Where is the Love’ nya BEP, ‘Happy Birthday’, dan ‘Beatbox Harmonica’. Setelah tiba di Jakarta, saya langsung membuat akun di Youtube [bilole], dan meng-upload ketiga video tadi.
Secara tidak sengaja Mas Indra Aziz melihat video saya di Youtube dan mengomentari video saya itu. Kemudian kami bertukar nomor Handphone dan menjadi teman di Friendster. Dan Mas Indra pun bergabung di Grup ‘IBC’ di Friendster.

Setelah mendapat masukan dari Mas Indra Aziz, saya membuat akun di Facebook, dan sekaligus membuat grup IBC di Facebook. Disini saya bertemu dengan Aria Hamdani aka Gorboman, Helmy Perdana aka Cece, Jevin Julian, Yori Melano, Stevanus Lianto dan beberapa teman lainnya.
Tapi masih seperti grup IBC di Friendster, Kami hanya Komunitas dunia maya yang bertemu dan sharing tentang beatbox di grup, hanya beberapa orang yang sudah bertemu langsung. Sedangkan saya... belum seorang pun.



 Love, Peace & Beatbox..

Bulan Oktober 2008, Mando seorang beatboxer dari Jerman berencana datang ke Indonesia dalam rangka pemutaran film documenter “Love, Peace, and Beatbox” dan melakukan ‘workshop beatbox’ pada Festival film Eropa di beberapa tempat dan Kota. Jakarta, Bandung dan Jogjakarta.

Bingung mencari Beatboxer di Jakarta, akhirnya pihak Goethe Haus Jakarta menghubungi Mas Indra Aziz. Mas Indra sudah memberi kabar kedatangan Mando beberapa bulan sebelumnya melalui message dan pesan di Wall Group IBC. Sambil menunggu, kita masing-masing tetap seperti biasa. Melakukan aktifitasnya masing-masing dan belum pernah bertemu satu dengan yang lainnya.  ‘Mando…’ siapa yah? Beatboxer? Dari Jerman? Hmmm… awalnya saya memang tidak mengenal Mando. Beatboxer yang saya tahu Cuma ’Rahzel, Faith SFX, Shlomo, Joel Turner, Blake Lewis, Beardyman dan Roxorloops’.
Setelah saya surfing di Internet… ‘Wedeuw…’ Mando memang beatboxer, dua kali juara nasional beatbox di Jerman, ’Wow’ keren... yang bikin saya lebih tertarik setelah menonton videonya di Youtube. Keren.

Dag dig dug.. menunggu waktu pertemuan dengan teman-teman beatboxer lainnya di event ’Festival Film Eropa’ tersebut dan juga bertemua seorang beatboxer terkenal dari Jerman.
Tanggal 26 Oktober, pemutaran film ‘Jakarta Blues City’ dan ’Love, Peace and Beatbox’ di Goethe Haus. Saya dan beberapa teman-teman sudah janjian ketemuan di sana. Karena hujan, saya telat…. Dan harus menunggu hingga film selesai kiri-kira jam 21.00 WIB. Huffftt….. (kebiasaan buruk niy.. ‘TELAT’)

Setelah film selesai, saya langsung masuk dan mendapati Tito dan temannya duduk di baris ke… dua atau tiga yah???.. lupa. Dan saya langsung duduk dibelakangnya. Ini pertemuan saya pertama kali dengan Mr. Tito Gomez. Akhirnya setelah satu tahun. Walau agak malu-malu (maklum fans) ternyata, Tito tidak beda jauh sifatnya dengan ‘message’nya pertama kali. “Friendly”.
“To!! Ni gw… Billy…” bla..bla.. (lupa kita ngomong apaan??)

Didepan panggung berdiri Mando, Putrid dan Mas Indra Aziz. (‘Wedeuw’ Mando tinggi banget yah….. sambil ngobrol dengan bahasa Inggris dan melakukan tanya jawab dengan penonton. Setelah sesi tanya jawab, Mas Indra sudah melihat saya dan Tito, juga mungkin teman-teman yang lainnya.
Tiba saat jamming, Mas Indra mengundang Tito dan saya keatas panggung.
Dan ber’beatbox’rialah kita diatas panggung...


Friday, July 29, 2011

About Billy Beatbox


'Willem Carolus Christopherson Tamnge "also known as' Billy beatbox'. Billy is a beatboxer who was born in Jayapura, Papua, on April 28, 1981. 

Billy knew music only by self-taught, no formal musical education obtained. 
Knowledge of music is only gained from the experience of singing in the Choir, Vocal Group and Group A Capella in the Church. 
In 2005, Billy began to recognize the Beatbox from one of the finalists of American Idol, which named Blake Lewis. But only in 2006, through the online video site (YouTube) Billy really new to learn and explore the art of imitation sounds.

After learning beatbox at the beginning of September 2006, a year later, starting in September 2007, Billy often show up as a participant in a TV talent show and became a guest star on several TV talkshow.